Teladan Kepemimpinan Rasulullah

 

Muhammad Al-Amin. Sebagai seorang muslim, sudah pastinya kita tidak asing lagi dengan nama ini. Nama yang setidaknya kita ulang lima kali dalam sehari setiap kita melaksanakan shalat. Sejak beliau kecil, beliau dikenal sebagai orang yang jujur, terpercaya, dan tidak pernah berkata yang dusta. Akan tetapi, ketika sampai wahyu kepadanya, dan beliau harus menjalankan suatu misi kenabian, yakni menyebarkan ajaran islam ke seluruh dunia, banyak orang yang menanggapnya sebagai orang gila. Berbagai tekanan dan penganiayaan yang beliau dapatkan menghantarkannya ke sebuah tempat yang bernama Yatsrib, dan kelak akan dinamakan Madinah, negara islam pertama, dengan Rasulullah sebagai pemimpinnya

Dengan gaya kepemimpinan beliau yang tegas, terbuka, serta menjunjung tinggi keadilan, dalam waktu yang tidak lama, beliau berhasil mengambil hati orang-orang Arab sehingga banyak dari mereka yang mengimani kenabiannya dan menjadikan Rasulullah sebagai pemimpin mereka. Tak butuh yang lama pula, setelah beliau wafat, wilayah islam pun bertambah luas dengan kepemimpinan khulafaurrasyidin dan juga khalifah-khalifah setelahnya, yang pastinya, mereka bercermin kepada gaya kepemimpinan Rasulullah.

Satu hal yang menurut saya berhasil menanamkan semangat ghirah keislaman dalam dada para kaum muslimin adalah gaya kepemimpinan Rasulullah yang selalu memiliki visi jauh melampaui zaman. Kita tentu ingat ketika peristiwa perang parit. Ketika saat itu, kaum muslimin sedang dalam keadaan tertekan, Rasul bersabda dengan sebuah sabda yang cukup membahagiakan kaum muslim saat itu. Bayangkan saja, ketika saat itu kaum muslim sedang susah, kekurangan logistik, tenaga, dan motivasi, saat itulah Rasulullah bersabda bahwasannya Romawi akan takluk terlebih dahulu. Bahkan orang-orang Yahudi yang saat itu mendengar sabdanya tertawa dan berkata bahwa Muhammad sudah gila.

Akan tetapi dengan visi besar yang ditanamkan oleh Rasul kepada para sahabat ketika itu, Islam mampu menguasai dua pertga dunia setelah beliau wafat. Ini membuktikan bahwa, visi, bisyarah yang telah dikatakan oleh Rasulullah menghujam dengan dalam ke dalam dada para sahabat sampai dengan ke generasi-generasi islam setelahnya, dan menjadikannya sebagai sebuah motivasi bagi para mujahid, para ghazi, untuk memperjuangkan apa yang telah diperjuangkan oleh Rasulullah, yakni ajaran islam rahmatan lil ‘alamin.

Dalam mengambil peran sebagai pemuda islam, yang sebentar lagi akan diberikan tampuk kepemimpinan umat ke tangan kita, sudah sepatutnya kita menjadikan Rasulullah Muhammad sebagai idola, teladan, dan role model dalam memimpin. Dengan sikap visionernya yang mampu menembus zaman, Rasulullah bukan hanya menjadi pemimpin bagi orang-orang Madinah pada saat itu, akan tetapi menjadi pemimpin kita semua hingga saat ini. Dengan visinya yang melampaui zaman, begitu juga dengan kepemimpinannya yang pengaruhnya masih bisa kita rasakan hingga saat ini.

Komentar