Nggak Pede Sama Mimpi Sendiri
Sebagai seorang remaja, gw cenderung bermimpi sesuai dengan idealisme yang gw punya, daripada bermimpi sesuai dengan realita yang ada alias realistis. Alhasil, banyak orang, nggak banyak sih, ada sebagian orang yang menganggap mimpi gw terlalu tinggi. Kalo di gw sendiri, gw nggak mempermasalahkan orang yang merendahkan mimpi gw, terserah doi mau mikir apa, yang terpenting menurut gw adalah gimana sikap kita ke mimpi kita tersebut.
Kalo kita punya mimpi tinggi, tapi usahanya minus, yee, itu mah ngga bakal bisa dong kawand. Jika kita menginginkan sesuatu yang luar biasa, pasti dibutuhkan usaha, doa, pengorbanan yang luar biasa pula. Nah, the problem is, banyak juga nih dari kita, termasuk gw, yang nggak pede sama mimpinya sendiri. Kita terlalu menganggap rendah diri kita. Misal, kita bermimpi buat masuk salah satu universitas top, tapi kita mikir, “keknya gw nggak bakal bisa dah, orang lain pada ambis banget soalnya”, atau, “keknya otak gw nggak bakal nyampe dah kalo mau masuk UI”, nah, pikiran-pikiran kayak gitu yang menghambat kita untuk menggapai mimpi kita.
Di islam sendiri, kita diperintahkan untuk memiliki mimpi yang tinggi. Rasulullah, tatkala sedang menggali parit bersama para sahabat ketika perang Khandaq, pernah bersabda, bahwasannya Konstantinopel akan ditaklukkan oleh umat muslim. Hal ini sungguh fantastis, gimana engga, bayangin aja, umat muslim kala itu sedang berperang, sedang kesusahan, kepanasan, ketika itu juga umat muslim belum menjadi pasukan yang sangat besar, tapi Rasulullah saw mengatakan bahwa kota yang paling kuat saat itu akan tunduk pada kekuasaan umat muslim. Sabda rasul saw ini menandakan bahwa rasul adalah orang yang memiliki visi yang besar dan jelas. Hal ini tentu harus tercermin juga pada diri kita sebagai umat beliau yang mulia.
Terus kenapa bisa kita nggak pede sama mimpi kita? Guru gw pernah bilang, kita nggak pede sama mimpi kita sendiri, adalah karena kita tidak melibatkan Allah dalam mimpi tersebut. Jadi bray, kalo kita bermimpi untuk menggapai sesuatu, tulis aja, walaupun itu keliatan mustahil, tulis! Jangan lupa libatkan Allah di dalamnya. Kalo sekarang jalur masuk univ ada jalur undangan, tes, sama mandiri, kita tambah satu jalur lagi, yaitu jalur langit. Nah, cara masuk via jalur langit ini adalah kita berusaha alias ikhtiar sebaik mungkin, tentunya dengan melibatkan Allah dalam setiap langkah kita, setelah itu, kita tawakkal sama Allah, kalo berhasil ya Alhamdulillah, kalo engga berhasil, kita kudu yakin nih, kalo rencana Allah itu adalah yang paling baik.
Allah itu nggak ngeliat kita berhasil atau engga, yang Allah liat itu gimana kita menjalani prosesnya dengan istiqomah. Karena yang wajib itu bukan berhasil, tapi berusaha. Pun kita hidup di dunia ini adalah tentang bagaimana kita berusaha menjadi lebih baik, mungkin emang sebagai manusia, kita sering khilaf, tapi balik lagi, ini tentang bagaimana kita berusaha untuk memperbaiki diri dari hari ke hari. So, buat kita yang masih ragu untuk bermimpi tinggi, bermimpilah! Biarkan mimpi-mimpi kita ikut beterbangan dengan doa-doa yang kita langitkan di sepertiga malam kita. Kita gapai tujuan kita via jalur langit.
Untuk temen-temen semua, gw ucapin semangat dan terimakasih. Semangat dalam menggapai apa yang dicita-citakan, membanggakan orangtuanya, dan semangat menebar kebermanfaatan. Terimakasih juga udah mau baca tulisan gw yang mungkin jauh dari kata sempurna ini, wkwk. Gw juga masih belajar, sama kayak temen-temen. Mari kita sama-sama belajar, menambah kapasitas diri, dan mari berproses!
Komentar
Posting Komentar